Kegiatan Menanam dan Memanen Sayur di Sawah Pokmas BMP: Belajar Langsung dari Alam Bersama Kelompok RA A

RA Ulul Albab kembali menghadirkan kegiatan pembelajaran luar kelas yang edukatif dan menyenangkan bagi peserta didik. Pada hari Rabu, 29 Januari, peserta didik kelompok RA A melaksanakan kegiatan menanam dan memanen sayur bayam secara langsung di area persawahan milik Pokmas BMP (Perkumpulan Masyarakat BMP) yang berlokasi di RT 4 RW 13.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelompok RA A yang terdiri dari 6 kelas, yaitu kelompok Apel, Manggis, Jeruk, Delima, Duku, dan Leci. Lokasi sawah yang tidak terlalu jauh dari sekolah memungkinkan anak-anak untuk berjalan kaki bersama menuju lokasi kegiatan. Sepanjang perjalanan, anak-anak tampak sangat antusias. Mereka berjalan berbaris rapi sesuai kelompoknya, sambil bernyanyi dengan riang dan penuh semangat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan menyenangkan.

Sesampainya di sawah, anak-anak disambut dengan pemandangan alam yang asri serta para petani yang siap berbagi ilmu. Kegiatan diawali dengan pemberian contoh langsung oleh petani mengenai cara menanam sayur bayam yang benar, mulai dari cara memegang bibit, menancapkan ke tanah, hingga merapikan tanah di sekitarnya. Anak-anak memperhatikan dengan seksama dan penuh rasa ingin tahu.

Setelah mendapatkan penjelasan dan contoh, anak-anak pun diajak untuk mempraktikkan langsung kegiatan menanam bayam. Dengan penuh semangat, mereka turun ke sawah dan mencoba menanam satu per satu. Meski kaki mereka bersentuhan langsung dengan lumpur, hal tersebut justru menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan menyenangkan bagi anak-anak.

Tidak berhenti sampai di situ, kegiatan dilanjutkan dengan memanen sayur bayam yang sudah siap panen. Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Dengan wajah ceria, mereka memetik bayam bersama-sama. Banyak anak yang mengungkapkan kegembiraannya karena bisa memanen sayur sendiri secara langsung, sebuah pengalaman baru yang jarang mereka rasakan.

Menariknya, selama kegiatan di sawah ini anak-anak tidak mengenakan sepatu maupun sandal. Hal ini bertujuan agar anak dapat merasakan tekstur lumpur secara langsung, sehingga dapat melatih motorik kasar dan sensorik mereka. Anak-anak belajar mengenal alam melalui sentuhan, merasakan dinginnya lumpur, serta menjaga keseimbangan saat berjalan di sawah.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan menanam dan memanen selesai, anak-anak diarahkan untuk mencuci kaki bersama-sama agar kembali bersih sebelum pulang ke sekolah. Kegiatan ditutup dengan wajah ceria dan cerita penuh kegembiraan dari anak-anak tentang pengalaman mereka hari itu. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal proses menanam dan memanen sayur, tetapi juga belajar tentang cinta lingkungan, kerja sama, kemandirian, serta rasa syukur atas hasil alam. Pembelajaran langsung di alam seperti ini menjadi pengalaman berharga yang akan selalu mereka ingat.

Share

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Tulis Komentar